Sabtu, 30 Maret 2013

World Forest Day 2013 Happening Art























TEMPO.COBandung - Indonesia Mime Artist Association, Backsilmove, dan berbagai komunitas di Bandung akan merayakan Hari Hutan Dunia (World Forest Day) yang jatuh pada 21 Maret 2013 dengan menampilkan kolaborasi pantomime, seni tari, dan teater. Aksi yang mengusung tema "The Arct Journey Of Silence For Save Forest" itu akan digelar di Taman Cikapayang, Dago, Jalan Ir. Juanda Bandung, Jumat, 22 Maret 2013 mulai pukul 19.00 sampai dengan 21.00 WIB.

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah komunitas di Bandung, seperti Mixi Imajimime Teater Indonesia, Etnik Bigband seni Orkestra, Semut Hitam Photography, Ruang Temu,
Teater Tjerobong Pabrik STT Tekstil Bandung, Teater Nusantara 32, dan komunitas lainnya.

Inisiator Indonesia Mime Artist Association, Wanggi Hoediyatno, mengatakan para komunitas akan menampilkan pertunjukan tanpa suara dengan mengedepankan seni pantomim yang dipadu teater, tarian kontemporer, dan seni rupa. Sebagai peringatan Hari Hutan Dunia, mereka akan mengangkat isu hutan kota dunia yang ada di Bandung, yaitu Babakan Siliwangi (Baksil).

Babakan Siliwangi (Baksil) merupakan hutan kota seluas 3.8 hektare yang menjadi paru-paru Kota Bandung. kawasan hutan ini berfungsi sebagai daerah resapan air serta penyangga daerah aliran sungai. Baksil juga ditetapkan sebagai kawasan lindung Ruang terbuka Hijau.

"Lewat kolaborasi pantomime ini kami ingin merefleksikan fenomena hutan kota di Bandung, yaitu Babakan Siliwangi, yang sedang terancam oleh maraknya pembangunan," kata Wanggi pada Tempo di Bandung, Rabu, 20 Maret 2013.

Menurut dia, aksi tersebut merupakan bentuk kampanye penyelamatan hutan Kota Bandung dari komersialisasi dan privatisasi pihak yang berkepentingan. "Jangan sampai Baksil di jarah oleh mereka yang berkepentingan," ujarnya.

Sementara juru kampanye Backsilmove, Wirdan Ardi Rukmana, mengharapkan kolaborasi komunitas Bandung yang mengangkat isu lingkungan itu bisa mengajak masyarakat untuk lebih peduli hutan kota Babakan Siliwangi. "Salah satu caranya yaitu dengan kreatif melakukan kegiatan di ruang terbuka hijau itu sendiri," ujarnya.


source : http://www.tempo.co/read/news/2013/03/21/058468467/Hari-Hutan-Sedunia-Bandung-Gelar-Pantomim

Merchandise 19th Anivversary Teater TJP

Salam Budaya, Dengan Berkarya Kita Ada,,,

Teater Tjerobong Paberik (TJP) sebentar lagi akan memperingati hari jadinya yang ke 19 Tahun Pada Tanggal 19April2013 bertempat di GSG STT Tekstil, dengan tema "19Mawar Dalam Diorama".

Banyak acara yang nanti akan disuguhkan dalam kegiatan tersebut dan tentunya banyak juga dukungan/support yang kami butuhkan dari kawan-kawan STT Tekstil untuk meriahkan dan mensukseskan kegiatan tersebut.
Dihari jadi yang ke 19, TJP mengeluarkan sebuah T-Shirt Merchandise.
T-Shirt ini kami bandrol dengan :
Harga Rp.50.000 untuk lengan pendek dan
Harga Rp.55.000 untuk lengan panjang.

Open order T-Shirt Merchandise dibuka dan berakhir sampai dengan Tanggal  5 April 2013.
Bagi kawan-kawan STT Tekstil yang berminat dan ingin order
T-Shirt Merchandise TJP 19th Anniversary
sebagai salah satu bentuk support dalam kegiatam tersebut.
silahkan menghubungi contact dibawah ini :

- Ewon : 08965-7210-319 / 0888-2005-645 atau bisa langsung datang ke sekretariat Teater Tjerobong Paberik di Student Centre STT Tekstil Bandung.
terimakasih,

Salam Budaya, Dengan Berkarya Kita Ada,,,

follw us on :
@Teater_TJP
teatertjerobongpaberik.blogspot.com

Kamis, 28 Februari 2013

TJP, PABERIK KARYA #5


Teater Tjerobong Paberik adalah sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa yang bergerak dalam seni peran atau seni panggung dan juga mempelajari tentang Audio Visual seperti diantaranya pembuatan iklan dan film pendek.
Teater Tjerobong Paberik ini diisi oleh orang yang bermacam-macam  karakter dan kreatifitas yang beragamdengan tujuan sama yaitu “BERKARYA”, karena “DENGAN BERKARYA KITA ADA” itulah yang khas dari TJP.
Dan di hari Kamis tanggal 28 Februari 2013 ini, di STTT tercinta ini TJP kembali mengeluarkan karya mereka yang merupakan acara ke-5 persembahan dari Teater Tjerobong Paberik dengan bertemakan KOLABORASI dengan empat pementasan yang melibatkan divisi-divisi di TJyang terdiri dari kepelatihan, sekretaris, produser, manajer, properti, dan divisi-divisi yang lainya yang ikut terjun  membantu serta meramaiakan acara TJP  kali ini.
Pada acara kali ini TJP mempersembahkan empat pementasan yang begitu memukau diantara yaitu :
1.      Pementasan “ Mainan Dari Tulang Rusuk “
Yang dimainkan dengan penuh penghayatan oleh  divisi sekretaris bersama dengan sang produser. Pementasan pertama ini menceritakan tentang seorang wanita yang sedang patah hati karena diselingkuhi oleh pacarnya. Pementasan pertama ini dengan durasi 15 menit yang  di sutradarai oleh Kuna.
2.      Pementasan “ SUMPAH
Yang dimainkan dengan baik oleh divisi kepelatihan bersama dengan sang manajer. Pementasan kedua ini juga berdurasi 15 menit yang menceritakan  mengenai sumpah-sumpah yang dibuat dan di hianati, pementasan ke dua ini  di sutradarai oleh Gori.
3.      Pementasan “ MELEBUR SATU
Yang dimainkan dengan memukau oleh divisi properti bersama dengan sang bendahara.  Pementasan ketiga ini juga berdurasi 15 menit yang menceritakan tentang perebutan wilayah kerajaan, pementasan ini merupakan hasil  garapan dari sutradara Teh Cangkeul.
4.      Pementasan “ SAKAU “
Yang dimainkan oleh divisi HRD bersama dengan sang divisi PR dengan sangat dramatis. Pementasan ke empat ini menceritakan tentang sebuah persahabatan dimana dalam kisah persahabatan ini sang sahabat mengkhianati sang teman mengenai komitmen mereka berdua mengenai masalah narkoba.  Pementasan ke empat ini merupakan hasil garapan dari sutradara Butek yang sangat memukai sebagai penutup acara TJP ke-5

Selamat  kami haturkan kepada TJP ,Boncek, Suti, Udang, Sukri dan segenap personil TJP yang telah bekerja keras untuk kesuksesan TJPVISKO SUNRISE1994



Source : http://lpmviskosa.blogspot.com/2013/03/tjp-paberik-karya-5.html

Paberik Karya#5

Tak terasa bulan Februari telah usai .. Hari ini sudah menginjak pada bulan Maret .. Alhamdulilah bulan Februari yang indah ini diakhiri dengan pementasan-pementasan dari para anggota TJP dengan tema "Kolaborasi dalam Selimut". Tema tersebut diambil dari kolaborasi tiap divisi yang ada di Teater Tjerobong Paberik dengan membuat sebuah pementasan dalam naungan selimut, yang dalam hal ini arti dari selimut itu sendiri yaitu Keluarga Besar TJP ..
Acara Paberik Karya#5 ini diawali dengan pementasan dari kolaborasi produser dan  divisi sekretarisdengan judul pementasan "Maninan dari Tulang Rusuk" yang menceritakan tentang seorang wanita yang disakiti karena perselingkuhan..
Pementasan kedua  kolaborasi divisi Manager dan Coach dengan judul pementasan "Sumpah" yang menceritakan tentang seorang pejabat pemerintahan yang tidak bisa mengemban amanah dengan baik.. Dan pementasan ketiga yaitu kolaborasi antara divisi Bendahara dan Property, yang berjudul "Melebur Satu" serta terakhir yaitu pementasan kolaborasi divisi HRD dan PR dengan judul "Sakau" yang menutup acara Paberik Karya#5 ini dengan ciamiiiiikkkk.....

Jumat, 22 Februari 2013

Pelantikan 15

Teater Tjerobong Paberik yang saat ini sudah berusia 19 tahun ini sekarang sudah bertambah lagi anggotanya.. Tepat tanggal 10 Februari kemarin anggota baru TJP dilantik dan dikukuhkan sebagai keluarga baru TJP angkatan ke 15.. Pelantikan yang diadakan di sebuah villa yang sangat amat indah (menurut saya) yang terletak di daerah CARTIL tersebut, berjalan dengan lancar dan khidmat. Anggota yang dikukuhkan berjumlah 9 orang, antara lain :\
Indra "Doseng                                                                                              "Kevin "Kumar"

            Idar "Obir"                                                                                                    Aas "Susan"
Anto "Apgan"                                                                       Mega "Mupon"


Asri "Halo"                                                                                      Cindy "Cakos"













                               Ivi "Oog" 







Itulah keluarga baru Teater Tjerobong Paberik .. Semoga kita bisa tetap kompak dan selalu bersama untuk BERKARYA.. Karena DENGAN BERKARYA KITA ADA... :) 

TJP ROADSHOW...

Cihuuuuuuuuuuyyyyy......
TJP Roadshow yang dilaksanakan tanggal 01 Februari kemarin alhamdulilah telah berjalan dengan lancar... pada Roadshow kali ini TJP mementaskan "DILL-DULL" yang disutradarai oleh Dilly Erlangga S.ST , yang dipentaskan sebanyak 2 kali dalam sehari dengan sasaran penonton yang berbeda. antusias para penonton yang rata - rata didominasi oleh anak SMA  ini terlihat ketika satu jam sebelum acara dimulai penonton sudah terlihat antri diluar gedung pertunjukan. Semoga Roadhow yang pertama kali ini menjadi pembuka gerbang Roadshow selanjutnya di kota _ kota yang telah menanti kedatangan Teater Tjerobong Paberik.

Rabu, 30 Januari 2013

STT Tekstil Punya


Teater Tjerobong Pabrik (TJP)
TJP adalah teaternya kampus STT Tekstil, kumpulan orang-orang yang belajar untuk memaknai dan mengekspresikan hidup dengan jalan yang bikin kita nyaman, yaitu berteater. Meski kita masih kalah sama "Bengkel Teaternya Rendra" tapi kita tetap menuju kesana.
TJP berdiri tanggal 11 Februrari 1994. Kenapa namanya Tjerobong Pabrik ? Tjerobong adalah bangunan paling tinggi diantara atap-atap rumah, sedangkan pabrik dimana nantinya kita semua menjadi bos, amien. Setelah kita masuk TJP kita akan belajar tentang teatrikal, drama, komedi, dll, terus kalau kalian berminat menjadi keluarga tapi merasa malu karena tak bisa akting, tenang saja karen kalian akan diajarin, sehingga dari yang malu-malu jadi mau. Di TJP ada acara pemutusan urat malu dan dijamin bakal PD 100 %.
Di TJP juga kita akan belajar yang namanya gestur, vokal, mimik, make up terus olah sukma (yang konon bisa mengobati rasa hati yang luka dan melapangkan dada, atau bisa disebut media eksplorasi diri). Biasanya TJP latihan seminggu sekali yang waktunya sudah dicocokkan dengan coach, jadi tidak akan bentrok dengan kuliah.
TJP juga memiliki dewan penasehat, mereka ini yan gselalu memberi saran, komentar dan kritik untuk TJP kalau TJP mentas atau latihan.
Intinya, TJP merupakan wadah bagi mahasiswa yang ingin belajar mem"bahasakan" diri.

TJP Tv channel


Coming Soon "19 Tangkai Mawar dalam Diorama"

Tak terasa Teater Tjerobong Paberik sebentar lagi menginjak usianya yang ke 19..Sejak berdirinya TJP pada tahun 1994 dan diresmikannya pada tanggal 11 Februari 1995 sampai sekarang, sudah banyak sekali hal-hal yang dialami oleh TJP baik itu suka maupun duka.. Sebentar lagi kita mau ngadain acara perayaan ulang tahun TJP dengan judul "19 Tangkai Mawar dalam Diorama" di bulan Maret nanti ..
Kita napak tilas dulu perayaan Ultah TJP dua tahun ke belakang yukk ..

TJP 17th anniversary


























TJP 18th Anniversarry



















Sabtu, 26 Januari 2013

TJP Roadshow...


Bentar lagi TJP bakalan ngadain acara "TJP Roadshow" yang akan diadakan pertama kalinya di Garut dengan pementasa berjudul "DIL dan DUL .. Buat semua temen-temen yang ada di Garut dan sekitarnya, boleh deh tanggal 01 Februari ini pada dateng aja ke  Bale Paminton, pementasan kan diadakan dua kali, pukul 13.00 sama 19.00 ... pada dateng yaaaa..  Sedikit contekan tentang pementasannya ...


Pada hakikatnya manusia mengalami perubahan umur, nasib watak, bahkan kepercayaan sekalipun...  sehingga dunia selalu diimbangi dengan dua sifat yang bertolak belakang seperti hitam putih, air api, yin yang, atas bawah dsb.  Sama halnya seperti cerita “Dil&Dul” yang menceritakan tentang kehidupan normal yang mungkin pernah kita alami dan sangat mungkin kita temui dalam kehidupan kita. Manusia memiliki kecakapan dalam bersikap dan berbicara untuk mencapai suik, tujuan namun tak jarang manusi lupa akan perjuangan dan janji janji nazar yang sempat terucap sebelum meraih impuannya. Banyak manusia yang mengaku bahwa dirinya beragama tapi tidak mencerminkan kalau ia seorang yang beriman,  banyak manusia yang rela mati demi rakyatnya tetapi ia berkhianat pada darahnya sendiri. Banyak pula manusia yang mencari surga namun cara yang mereka ambil malah mengarah pada neraka. Dan yang paling memalukan adalah manusia sadar saat ia sedang melakukan kemungkaran atau kejahatan. Cerita Dil&Dul mengajak untuk kita untuk lebih bisa menghargai nafas, gerak, kata yang kita ucapkan. Karena setiap nya tersebut telah ada yang mencatat sebagai bukti di hari akhir.