Sabtu, 13 Juni 2015

PABERIK KARYA #2 Tahun 2015

Assalamuallaikum Wr Wb..
Salam budayaaaaaa ^_^
VIVA TEATER....? BRAVO!!!

Setelah pementasan perdana anggota baru 17 Teater Tjerobong Paberik, dilanjutkan dengan pementasan-pementasan yang lebih seruuuu.. acara tahunan Teater Tjerobong Paberik yaituuuuu...
PABERIK KARYA !! Ouuyeahh!!!

Pementasan Paberik Karya #2 kemarin membawakan naskah O Tropos Me Ton disutradari oleh "Asri "Halo" Affandi. dengan aktor : Valentinus "Bacok" Pandia sebagai raja, Endwi "Jiung" Afnia sebagai Atus, Putut "Doseng" Indra dan Achmad "Obir" Haidar sebagail Fill dan Neill. Naskah O Tropos Me Ton ini menceritakan tentang sebuah kerajaan dimana rajanya memegang tahta dengan rakus dan semena-mena, mencintai kejahatan dan kepicikan semata dan tidak memikirkan rakyatnya. Namun dengan semangat juang rakyat yang tinggi dan kesadaran rakyat yang semakin besar tentang kepemerintahan yang janggal maka rakyat pun mampu menurunkan tahta raja dan mencoba memperbaiki negri dari awal. Pementasan ini merupakan sindiran halus untuk petinggi-petinggi negeri kita yang mungkin dapat dikatakan tidak memiliki hati nurani karena mereka adalah orang-orang picik yang menggerogoti hak-hak rakyat kecil yang disebut dengan KORUPSI.
#SAVEINDONESIA #NOKORUPT

ini dia kami TJP dalam Paberik Karya














Launching Angkatan Baru 17 Teater Tjerobong Paberik

Assalamuallaikum Wr Wb.. Selamat pagi sahabat TJP.. SALAM BUDAYA.. VIVA TEATER..? BRAVO !!! Teater TJEROBONG PABERIK adalah kelompok teater dalam Unit Kegiatan Mahasiswa yang ada di Politeknik Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil, teater ini didirikan oleh Bang Ipang, Bang Didih dan Bang Aceh, resmi berdiri di Bandung pada 11 Februari 1995. UKM yang memaknai nama Teater Tjerobong Paberik sebagai Tjerobong yang artinya bangunan paling tinggi diantara atap-atap rumah sebagai filosofi bahwa kita harus menjadi lebih unggul diantara yang lain, sedangkan paberik dimana sebagai tempat banyak orang bergantung dan Sebagai Pelarian Jiwa-Jiwa Sesat menuju Jiwa-Jiwa Mulia dalam Surga Semu yang selalu membawa semboyan "Dengan Berkarya Kita Ada" tak terasa baru saja mengadadakan Launching Angkatan Baru 17 Teater Tjerobong Paberik pada Rabu,3 Juni 2015. Launching angkatan baru anggota Teater Tjerobong Paberik merupakan pementasan perdana bagi anggota baru yang telah disahkan sebuah bentuk untuk meneruskan estafet regenerasi organisasi,Pada acara ini Anggota Baru 17 mementaskan naskah berjudul "Pajaratan" yang disutradarai oleh Putri Kunil Elsa. Pajaratan diambil dari bahasa sunda halus yang berarti kuburan atau pemakaman bercerita tentang 2 keluarga yang melakukan pesugihan kepada nyai penunggu kuburan yang terlarang dan harus mengikuti aturan mainnya, namun karena keluarga tersebut tidak dapat mentaati syarat yang diajukan oleh nyai satu persatu bencana pun mendatangi mereka, Naskah tersebut mengingatkan kita bahwa Tidak ada lagi tempat untuk meminta selain kepada Allah Tuhan semesta alam. Tentu saja pementasan ini sangat membanggakan karena pementasan berjalan dengan sukses. ini dia beberapa dokumentasi yang kita abadikan ^_^


 
















DAAAAANNNNN........ ini dia 10 Anggota Baru 17 Teater Tjerobong Paberik

1. M "Bruks" Subhan M
2. Hekal "Kesrek" Satria
3.Iqbal "Danbo" Maulana
4. Nur "Hapur" Affifah MS
5. Dini "Obret" Rayani
6. Ruth "Tehel" Kinanti
7. Putri "Kunil" Elsa
8. Winda "Huwis" Insdriani
9. Ummu "De'et" Izzatul B.R
10. Novy "Waas" Rahmawati



Selamat berkarya adik-adikku :)
DENGAN BERKARYA KITA ADA

Rabu, 22 April 2015

Ulang Tahun Teater Tjerobong Paberik Diselenggarakan 2 Malam

Hai Sahabat TJP semua.. :D
Kabar gembira untuk kita semua
Baru-baru ini Teater Tjerobong Paberik merayakan ulang tahun yang ke 21 lohh...
Tepatnya pada hari kamis dan jumat tanggal 15 dan 16 April kemarin . HORRAYY,,
Sebenarnya Teater Tjerobong Paberik dibentuk pada tanggal 11 Februari 1995, namun karena acara Ulang Tahun ini adalah salah satu event besar TJP dan membutuhkan persiapan yang matang kita rayakan pada tanggal 15 dan 16 April kemarin.
Acara ulang tahun Teater Tjerobong Paberik ini mengangkat tema INDONESIAN CULTURE OF ART dimana acara disebut Draomai 21 Rembulan. Acara ini dilakukan selama 2 hari berturut-turut. Sebelumnya juga kita mengadakan acara lomba membaca puisi pada tanggal 11 April 2015, dan pemenangnya diumumkan pada acara puncak ulang tahun TJP . Acara megah ini berlangsung dengan diikuti oleh puluhan teater-teater lain dari Bandung dan luar Bandung. Diantaranya ada Teater DJATI dan GSSTF dari Unpad, STEMA dari ITB, teater LAKON dari UPI, teater UNGU dari STBA, STUBA dari UNISBA, dan masih banyak lagi tentunya yang tergabung dalam Forum Teater Kampus Bandung (FTKB) .  Tidak hanya dari kalangan Teater acara ulang Tahun Teater Tjerobong Paberik juga dimeriahkan oleh kalangan tari dan musik, ada dari LISMA , STSI, GMK. dll
Pementasan-pementasan yang berlangsung tentunya memiliki arti dan maksud-maksud yang ingin disampaikan, Dari TJP sendiri menampilkan 3 pementasan, yaitu berjudul SAKARATUL MAUT, TELEVISI, dan DILL DULL 2 . yang semuanya disutradarai oleh Mang Dilly salah satu dewan pembina dari TeaterTjerobong Paberik.

Kamis, 02 April 2015

CELEBRATE OF TEATER DAY

CELEBRATE OF TEATER DAY

Assalamuallaikum wr wb..
SEMANGAT PAGI SAHABAT TEATER..
VIVA TEATER....?? BRAVOOO!!
Masih ingat kan teman-teman? beberapa hari yang lau kita memperingati HARI TEATER SE-DUNIA, yaitu tepatnya pada tanggal 27 maret. 
Hari Teater Sedunia dicetuskan oleh International Teater Institute (ITI) pada tahun 1961. Hari khusus ini diperingati setiap tahun dengan membawa pesan khusus pada dunia internasional. Antara lain, penghargaan pada ragam kebudayaan, persoalan kemanusiaan dan sikap damai anti kekerasan melalui eskpresi seni, gerak, vokal, dan memori. Kita Teater Tjerobong Paberik dan kawan-kawan Teater lainnya Se-Bandung yang tergabung dalam Forum Teater Kampus Bandung (FTKB) juga tak mau kalah merayakan euforia peringatan Hari Teater Sedunia ini.
Kita mengadakan acara Celebrate of Theater Day yaitu pada hari minggu,29 maret 2015 kemarin, Acara ini dilaksanakan di depan Gedung Sate, Bandung tepatnya di latar Gasibu salah satu aksi yang kita lakukan adalah dengan melakukan Body Painting masal , tak hanya itu kita juga melakukan aksi pawai berjalan beriringan bersama kawan-kawan Teater lain menuju ke Arah Dago Car Free Day.Puncak acara kita melakukan pementasan insidental menyampaikan aspirasi kita.
Ini dia beberapa hasil jepretan kakak Putut "Doseng Indra"


proses #bodypainting, Haikal "kesrek" salah satu anggota TJP yg sedang dilukis badannya oleh endwi "jiung"

"CELEBRATE OF TEATER DAY" yang tertulis dibadan ka haidar "obir"

Anggota GSSTF UNPAD yang turut berpartisipasi
Kita berdoa dulu sebelum melakukan pawai sampai DAGO, VIVA TEATER? BRAVO!!
Kita foto bersama sebelum beranglat pawai
Pementasan Insidental kolaborasi yang kita lakukan disaksikan banyak orang








Pemberian sertifikat untuk Anggota Forum Teater Kampus Bandung antara lain LISMA,STUBA, TEATER DJATI, AWAL, UNGU, STEMA, TEMA 23, GSSTF, STSI . dan masih banyak lagi.

Oh, iyah.. sebentar lagi kita teater Tjerobong Paberik akan mengadakan acara ulang tahun nih, yaitu pada tanggal 15-16 april 2015.  kita mengundang kalian untuk datang k acara kami.
salah satu rangkaian acaranya juga kita mengadakan LOMBA MENULIS PUISI tingkat SMP dan SMA/Sederajat pada tanggal 11 April, 
Pilihan puisi :
  • Alif Sang Wali , karya : Mashuri
  • Jaya Katuang , karya : Abdul Hadi
  • Penangkap Sukra, karya : Goenawan Mohammad
  • Cerita Buat Dientamaela , karya: Chairil Anwar
  • Jante Arkidam, karya : Ajip Rusidi 

































Senin, 30 Maret 2015

Roadshow #3 road to Semarang dan Yogyakarta

pada tanggal 20 Februari 2015 untuk Semarang dan tanggal 27 Februari 2015 untuk Yogyakarta, Teater Tjerobong Paberik telah mempersembahkan Roadshow di tahun yang ke 3 ini dengan berjudul " Nusantara Raya " karya Haris "Jakri" Hamzah yang di sutradarai oleh Kevin "Kumar" Clay Martinus Ponco Nababan. 









Rabu, 03 Desember 2014

PABERIK KARYA #1

Assalamuallaikum wr wb..
Selamat malam sahabat TJP, pasti udah ga sabar nih nungguin info-info terbaru dari Teater Tjerobong Paberik :D
Baru-baru ini Teater Tjerobong Paberik baru saja mengadakan acara Paberik Karya #1 tepatnya pada hari Kamis,27 November 2014. Sebelumnya bagi yang belum tahu, Paberik Karya adalah acara TJP yang  bertujuan untuk mewadahi karya-karya para anggotanya dimana selain pementasan juga mencakup lukisan, puisi, lagu dan masih banyak lagi yang lainnya. Sehingga di Paberik Karya ini terdapat berbagai macam karya-karya para anggota. Selain itu, dalam Paberik Karya terdapat pementasan dimana pementasan tersebut dibagi menjadi pementasan opening art dan pementasan utama.
Pementasan Opening Art dibawakan oleh Wheny “Hipid”, Indah “Kuna” dan mang Bule. Pementasan Opening Art ini disutradarai oleh Wheny “Hipid” yang menceritakan tentang pemuda-pemudi zaman sekarang dimana pemuda-pemudi zaman sekarang kurang memiliki jiwa juang untuk memajukan bangsa Indonesia, padahal pada zaman sekarang sangat banyak cara untuk berjuang demi kemajuan bangsa.Berikut ini foto-foto yang menampilkan pementasan opening art




Pementasan utama disutradarai oleh Putut “Doseng” berjudul “Dukun-dukunan” Naskah karya Moliere yang diadaptasi oleh Puthut Buchori. Berkisah tentang seorang anak yang bernama putri yang berpura-pura bisu karena akan dijodohkan oleh orang tuanya.Orang tuanya yang menginginkan anaknya sembuh menyuruh parji  ajudannya untuk mencari dukun sakti ampuh mandraguna Ki Progo. Disisi lain ada sepasang suami istri yang hidupnya melarat dimana sang istri sangat cerewet dan pemarah melihat suaminya yang malas bekerja. Parji yang datang kerumahnya menemui sang istri tadi yang kemudian berbohong mengatakan suaminya adalah dukun Ki Progo tersebut.terjadilah konflik yang akhirnya orang tua putri mengetahui bahwa itu hanya pura-pura dan putri tidak ingin dijodohkan namun ingin melanjutkan kuliah.Aktor dalam pementasan Dukun-dukunan ini antara lain Ricky “Oyet”, Endwi “Jiung”, Asri “Halo, Tina “Butek”, Mega “Mupon”. Kevin “Kumar”, dan Cindy “Cakos”.
Berikut foto-foto yang menampilkan pementasan teater berjudul “Dukun-dukunan”